Gerbang Logika

Pengertian Gerbang Logika 

Gerbang logika merupakan sebuah sistem pemrosesan dasar yang dapat memproses input-input yang berupa bilangan biner menjadi sebuah output yang berkondisi yang akhirnya digunakan untuk proses selanjutnya. Gerbang logika merupakan dasar pembentukan sistem digital. Gerbang logika beroperasi dengan bilangan biner, sehingga disebut juga gerbang logika biner.  

Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah TINGGI atau RENDAH. Tegangan tinggi berarti 1, sedangkan tegangan rendah berarti 0.


 

1.         Gerbang AND

          Gerbang AND digunakan untuk menghasilkan logika 1 jika semua masukan
mempunyai logika 1, jika tidak maka akan dihasilkan logika 0.

2.        Gerbang NAND (Not AND)

          Gerbang NAND akan mempunyai keluaran 0 bila semua masukan pada logika 1. sebaliknya jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan pada gerbang NAND, maka
keluaran akan bernilai 1.


 

3.        Gerbang OR

          Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu dari masukannya pada
keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 0, maka semua masukan harus dalam keadaan 0.

4.        Gerbang NOR

          Gerbang NOR akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari masukannya pada
keadaan 1. jika diinginkan keluaran bernilai 1, maka semua masukannya harus dalam keadaan 0.


 

5.        Gerbang XOR

          Gerbang XOR (dari kata exclusive OR) akan memberikan keluaran 1 jika masukan-
masukannya mempunyai keadaan yang berbeda.

6.        Gerbang NOT

    Gerbang NOT adalah gerbang yang mempunyai sebuah input dan sebuah output.
Gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik (inverter), sehingga output dari gerbang ini
merupakan kebalikan dari inputnya.

READMORE
 

Konversi Bilangan

1. Konversi Bilangan Desimal ke Biner 

Gunakan pembagian dengan 2 secara suksesif sampai sisanya = 0. Sisa-sisa pembagian membentuk jawaban.

Contoh:  
*) 179(D)=. . . . . . .(B)

 

179 / 2 = 89 sisa 1  

          / 2 = 44 sisa 1

              / 2 = 22 sisa 0

                  / 2 = 11 sisa 0

                     / 2 = 5 sisa 1

                        / 2 = 2 sisa 1

                           / 2 = 1 sisa 0

                               / 2 = 0 sisa 1

Hasil: 10110011(B)

 

2. Konversi Bilangan Desimal ke Oktal

Konversi bilangan desimal bulat ke bilangan oktal: pembagian dengan 8 secara suksesif sampai sisanya = 0

Contoh:  
*)
179 (D)=. . . . . .(O) 

    179 / 8 = 22 sisa 3  

              / 8 = 2 sisa 6

                / 8 = 0 sisa 2

 Hasilnya : 263(O)

 

 3. Konversi Bilangan Desimal ke Hexadesimal

Konversi bilangan desimal bulat ke bilangan hexadesimal: Gunakan pembagian dengan 16 secara suksesif sampai sisanya = 0. Sisa-sisa pembagian membentuk jawaban.

Contoh: 
*)
179 (D)=. . . . . . (H)

    179 / 16 = 11 sisa 3  

              / 16 = 0 sisa 11

Hasilnya : 11 dan 3, Dalam Bilangan Hexa 11=B jadi --> B3(H)

  

  4. Konversi Bilangan Biner ke Desimal
Proses konversi bilangan biner ke bilangan desimal adalah proses perkalian setiap digit pada bilangan biner dengan perpangkatan 2, dimana perpangkatan 2 tersebut berurut dari kanan ke kiri digit bernilai 20 sampai 2n.

Langsung saja saya ambil contoh yaitu 110012. Misalkan bilangan tersebut saya ubah posisinya mulai dari kanan ke kiri menjadi seperti ini.
1
0
0
1
1
Nah, saatnya mengalikan setiap digit dengan perpangkatan 2. Ingat, perpangkatan 2 tersebut berurut mulai dari 20 sampai 2n, untuk setiap digit mulai dari kanan ke kiri. Maka :
1     ——>    1 x 20 = 1
0     ——>    0 x 21 = 0
0     ——>    0 x 22 = 0
1     ——>    1 x 23 = 8
1     ——>    1 x 24 = 16 —> perhatikan nilai perpangkatan 2 nya semakin ke bawah semakin besar
Maka hasilnya adalah 1 + 0 + 0 + 8 + 16 = 2510.

 

  5. Konversi Bilangan Oktal ke Desimal
    Hal ini tidak terlalu sulit. Tinggal kalikan saja setiap bilangan dengan perpangkatan 8. Contoh, bilangan oktal yang akan dikonversi adalah 718. Maka susunannya saya buat menjadi demikian :
1
7
dan proses perkaliannya sbb :
1 x 80 = 1
7 x 81 = 56
Maka hasilnya adalah penjumlahan 1 + 56 = 5710.

   6. Konversi Bilangan Hexadesimal ke Desimal
    Untuk proses konversi ini, caranya sama saja dengan proses konversi biner ke desimal, hanya saja kali ini perpangkatan yang digunakan adalah perpangkatan 16, bukan perpangkatan 2. Sebagai contoh, saya akan melakukan konversi bilangan heksa C816 ke bilangan desimal. Maka saya ubah dulu susunan bilangan heksa tersebut, mulai dari kanan ke kiri, sehingga menjadi sebagai berikut :
8
C
dan kemudian dilakukan proses perkalian dengan perpangkatan 16, sebagai berikut :
8 x 160 = 8
C x 161 = 192     ——> ingat, C16 merupakan lambang dari 1210
Maka diperolehlah hasil konversinya bernilai 8 + 192 = 20010.

 

   7. Konversi Bilangan Biner ke Oktal
   Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan oktal, lakukan pengelompokan 3 digit bilangan biner.

Contoh: 

konversikan 101100112 ke bilangan oktal

Jawab : 10 | 110 | 011

             2        6       3

Jadi 101100112 = 2638

 

    8. Konversi Bilangan Oktal ke Biner

   Sebaliknya untuk mengkonversi Bilangan Oktal ke Biner yang harus dilakukan adalah terjemahkan setiap digit bilangan oktal ke 3 digit bilangan biner.

  Contoh:

  

Konversikan 2638 ke bilangan biner.

Jawab:       2         6         3

                 010   110      011

Jadi 2638 = 0101100112 Karena 0 didepan tidak ada artinya kita bisa menuliskan 101100112

 

     9. Konversi Bilangan Biner ke Hexadesimal
Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan hexadesimal, lakukan pengelompokan 4 digit bilangan
Contoh:
konversikan 10110011(B) ke bilangan heksadesimal
Jawab : 1011   0011
               B         3
Jadi 10110011(B) = B3(H)

   
10. Konversi Bilangan Hexadesimal ke Biner

Dalam proses konversi heksadesimal ke biner, setiap simbol dalam heksadesimal mewakili 4 digit dari biner. Misalnya saya ingin melakukan proses konversi bilangan heksa B716 ke bilangan biner. Maka setiap simbol di bilangan heksa tersebut saya konversi terpisah ke biner. Ingat, B16 merupakan simbol untuk angka desimal 1110. Nah, desimal 1110 jika dikonversi ke biner menjadi 10112, sedangkan desimal 710 jika dikonversi ke biner menjadi 01112. Maka bilangan binernya adalah 101101112, atau kalau dibuat ilustrasinya seperti berikut ini :
B                         7       —-> bentuk heksa
11                       7       —-> bentuk desimal
1011                0111  —-> bentuk biner
Hasilnya disatukan, sehingga menjadi 101101112.

 

     11. Konversi Bilangan Oktal ke Hexadesimal

Untuk konversi bilangan ini kita konversikan dulu ke biner, baru kemudian dari biner ke Hexa.

Contoh:

472(O)= ..............(H)

4          7        2

100  | 111  | 010   ==> 100111010 (B)

                                                          ==>    1    |   0011   |   1010 

                                                                      1            3                10 ==>  13A(H)

 

    12. Konversi Bilangan Hexadesimal ke Oktal 

Sama halnya dengan konversi dari Oktal ke Hexadesimal, kita konversikan ke biner terlebih dahulu. Contoh: 7FD(H)=.............(O) 

7 F=15 D=13 111 | 1111 | 1101 ==> 11111111101 (B) 

                                                                           ==> 11 | 111 | 111 | 101                                                                                       3       7       7       5    ==> 3775(O)

 

READMORE
 

Macam-macam shortcut pada Microsoft Word

No

Shorcut Key

Fungsi

1

ctrl + b

Membuat huruf  menjadi tebal

2

ctrl + i

Membuat huruf menjadi miring

3

ctrl + u

Membuat garis bawah pada tulisan

4

ctrl + shift + <

Menurunkan ukuran font satu nilai

5

ctrl + shift +>

Meningkatkan ukuran font satu nilai

6

ctrl + [

Meningkatkan ukuran font dengan 1 poin.

7

ctrl +]

Penurunan ukuran font 1 point.

8

ctrl + spasi

Hapus paragraf atau format karakter.

9

ctrl + c

Salin teks atau obyek yang dipilih.

10

ctrl + x

Potong teks atau obyek yang dipilih.

11

ctrl + v

Menempelkan teks atau obyek.

12

ctrl + alt + v

Paste khusus

13

ctrl + shift + v

Paste format hanya

14

ctrl + z

Membatalkan tindakan terakhir.

15

ctrl + y

Redo tindakan terakhir.

16

ctrl + shift + g

Buka kotak dialog Word Count.

17

ctrl + n

Membuat dokumen baru

18

ctrl + o

Membuka dokumen.

19

ctrl + w

Menutup dokumen.

20

alt + ctrl + s

Split jendela dokumen.

21

alt + shift + c

Lepaskan jendela dokumen perpecahan.

22

ctrl + s

Simpan dokumen.

23

ctrl + n

Buat dokumen baru dari jenis yang sama sebagai dokumen saat ini atau yang terbaru.

24

ctrl + o

Membuka dokumen.

25

ctrl + w

Menutup dokumen.

26

alt + ctrl + s

Split jendela dokumen.

27

alt + shift + c

Lepaskan jendela dokumen perpecahan.

28

ctrl + s

Simpan dokumen.

29

ctrl + n

Buat dokumen baru dari jenis yang sama sebagai dokumen saat ini atau yang terbaru.

30

ctrl + o

Membuka dokumen.

31

ctrl + w

Menutup dokumen.

32

alt + ctrl + s

Split jendela dokumen.

33

alt + shift + c

Lepaskan jendela dokumen perpecahan.

34

ctrl + s

Simpan dokumen.

35

ctrl + p

Mencetak halaman

36

alt + ctrl + c

Simbol hak cipta

37

alt + ctrl + r

Simbol merek dagang terdaftar

38

alt + ctrl + t

Simbol merek dagang            

39

ctlr + l

Rata kiri

40

ctlr + e

Rata tengah

41

ctlr + r

Rata kanan

42

ctlr + j

Rata kiri dan kanan

 

READMORE
 

Microsoft Word

PENGERTIAN MICROSOFT WORD
            
               Microsoft word adalah salah satu dari beberapa program aplikasi pengolah kata yangterdapat dalam paket program aplikasi microsoft office,yang sejak mulai di kembangka pada tahun 1983 sampai pertengahan tahun 2001.Microsoft word dikembangkan oleh perusahaan pembuat perangkat lunakternama didunia yaitu Corporation.

Bagian-Bagian Dari Microsoft Word

Bagian-bagian jendela kerja Microsoft Word adalah sebagai berikut :

1. Title Bar
      Title Bar (baris judul) berisi tentang informasi dan nama dokumen yang sedang dikerjakan.

2. Office Button
      Office Button merupakan tombol untuk mengaktifkan berbagai macam menu perintah

3. Quick Access Toolbar
      Quick Access Toolbar berisi tombol-tombol menu yang digunakan untuk mempercepat perintah dalam pengerjaan dokumen. Tombol-tombol menu dalam Quick Access Toolbar ini merupakan shortcut dari perintah yang ada di Office Button.

4. Ribbon Menu
        Ribbon Menu merupakan tempat menu-menu perintah yang digunakan untuk mengedit dokumen. Ribbon Menu terdiri atas Menu Bar dan Toolbars. Menu Bars (baris menu) berisi barisan perintah menu, yaitu menu Home, Insert, Page Layout, References, Mailing, Reviews. Sedangkan toolbars berisi tombol perintah menu yang meruapakan isi dari menu-menu perintah dalam menu bar. Tampilan Toolbars berubah-ubah tergantung pada menu yang diaktifkan.

5. Document Area
             Document Area terletak di tengah jendela berupa area putih seperti kertas kosong yang siap untuk ditulis. Daerah ini merupakan daerah untuk mengetik dan mengedit dokumen.
 
6. Ruller
               Ruller merupakan mistar untuk mengatur Tab, Margin, dan Indent

7. Cursor
              Cursor (kursor) merupakan garis tegap berkedip. Semua karakter yang diketik akan muncul dari Cursor ini.

8. Scroll Bar
               Scroll Bar berfungsi untuk menggeser layar dokumen kerja. Jika menggeser layar dokumen kerja ke kiri atau ke kanan, gunanaya Horizontal Scroll Bar sedangkan jika untuk menggeser layar dokumen kerja ke atas dan ke bawah, gunakan Vertical Scroll Bar.

9. Status Bar
              Status Bar menampilkan informasi tentang posisi kursor, jumlah halaman, jumlah kata, serta informasi lain tentang dokumen yang sedang dikerjakan






READMORE